5 Kesalahan Umum Saat Thawaf dan Penjelasannya

Tawaf adalah ibadah yang dilakukan di tengah keramaian, sehingga kekeliruan mudah terjadi. Berikut lima hal yang sering terlewat, lengkap dengan dalil dan catatan perbedaan pendapat ulama.
1. Menganggap Ada Doa Khusus untuk Tiap Putaran
Yang diriwayatkan hanya doa Rabbana atina di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Banyak ulama menilai tidak ada dalil yang kuat untuk doa tertentu pada tiap putaran, meski sebagian lain memandang doa-doa dalam buku manasik sebagai doa yang baik asal tidak diyakini sebagai ketentuan baku. Pembahasan lengkapnya ada di artikel doa tawaf.
2. Melafalkan Niat Tawaf dengan Keras
Tidak ada riwayat bahwa Nabi SAW melafalkan niat khusus sebelum tawaf. Niat berada di hati (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagian ulama Syafi'i memandang melafalkan niat sebagai sunnah, sedangkan ulama lain tidak menganjurkannya. Baca pembahasan niat umrah.
3. Mengira Tawaf Tidak Sah Tanpa Mencium Hajar Aswad
Mencium atau menyentuh Hajar Aswad adalah sunnah, bukan syarat sah tawaf. Nabi SAW memberi isyarat sambil bertakbir ketika tidak bisa mendekat (HR. Bukhari). Jadi, jika terlalu padat, cukup berisyarat dari jauh.
4. Berdesakan dan Mendorong demi Mencapai Hajar Aswad
Menyentuh Hajar Aswad tidak boleh dilakukan dengan menyakiti orang lain. Nabi SAW bersabda, "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya" (HR. Bukhari dan Muslim). Beri ruang bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas, dan ikuti arus tawaf dengan tenang.
5. Mengusap Dinding Ka'bah atau Kiswah untuk Mencari Berkah
Ibnu Umar berkata bahwa ia tidak melihat Nabi SAW menyentuh bagian Ka'bah kecuali dua Rukun Yamani (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, banyak ulama tidak menganjurkan mengusap bagian lain Ka'bah atau kiswah untuk tujuan tabarruk. Tentang Multazam, ulama berbeda pendapat karena adanya riwayat yang statusnya diperselisihkan.
Tips Tawaf yang Nyaman
- Pilih waktu yang relatif lengang. Lihat jam sepi dan ramai tawaf.
- Gunakan lantai atas jika area bawah terlalu padat.
- Fokus pada zikir dan doa, bukan pada mengejar spot tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah tawaf tetap sah jika tidak menyentuh Hajar Aswad?
Sah. Menyentuhnya sunnah, bukan syarat.
Bolehkah berdoa keras bersama rombongan saat tawaf?
Ulama menganjurkan menjaga suara agar tidak mengganggu jamaah lain.
Bagaimana jika sudah terlanjur melakukan kekeliruan ini?
Banyak di antaranya terkait kesunnahan, bukan syarat sah. Pelajari ke depannya dan bertanyalah kepada ulama jika ragu.
Kesimpulan
Pelajari tata cara tawaf dari dalil, hormati perbedaan pendapat, dan utamakan kekhusyukan serta adab terhadap sesama jamaah.
Artikel ini bersifat informasi umum. Untuk keputusan hukum yang spesifik, konsultasikan dengan ulama atau ustaz yang kamu percayai.
Butuh bantuan merencanakan umroh?
Konsultasi langsung dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.
Artikel lain
Ibadah
Umrah Berkali-kali dari Tan'im: Bolehkah? Pendapat Ulama
Banyak jamaah ingin melakukan umrah lebih dari sekali selama di Makkah, biasanya dengan berihram dari Tan'im (kawasan Masjid Aisyah). Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Berikut dalil dan pandangan mereka…
Persiapan
Simulasi Menabung Umrah Mandiri: Hitung Target dan Setoran per Bulan
Salah satu cara paling praktis untuk mewujudkan umrah adalah menghitung target dan menabung secara teratur. Berikut cara menghitungnya, lengkap dengan simulasi sederhana.
