Safaraya — Umroh Mandiri, part of Flip group
Semua artikel
Ibadah

Adakah Doa Khusus Tiap Putaran Thawaf? Penjelasan Berdasarkan Dalil

Tim Safaraya 26 Oktober 2026 3 menit baca
Adakah Doa Khusus Tiap Putaran Thawaf? Penjelasan Berdasarkan Dalil
Ilustrasi: Safaraya

Banyak buku manasik mencantumkan doa yang berbeda untuk putaran pertama sampai ketujuh. Karena itu, wajar jika calon jamaah bertanya: apakah doa-doa tersebut memang diajarkan Nabi SAW? Artikel ini membahas jawabannya berdasarkan dalil dan pendapat para ulama.

Jawaban Singkat

Berdasarkan riwayat yang dikenal, tidak ada doa khusus yang ditetapkan Nabi SAW untuk setiap putaran tawaf. Doa yang disebutkan secara khusus hanya satu, yaitu doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Selebihnya, jamaah dipersilakan memperbanyak zikir, doa, dan bacaan Al-Qur'an.

Doa yang Ada Dalilnya: Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Abdullah bin as-Sa'ib meriwayatkan bahwa ia mendengar Nabi SAW membaca doa berikut di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dinilai hasan oleh sejumlah ulama hadis):

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." Doa ini bersumber dari QS. Al-Baqarah ayat 201.

Takbir Saat Sejajar dengan Hajar Aswad

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah tawaf di atas unta. Setiap kali tiba di Hajar Aswad, beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang ada di tangannya, lalu bertakbir (HR. Bukhari). Dari sini para ulama menyimpulkan bahwa jamaah cukup berisyarat sambil bertakbir ketika sejajar dengan Hajar Aswad, terutama saat tidak bisa menyentuhnya.

Lalu, Bagaimana dengan Doa per Putaran di Buku Manasik?

Sebagian buku manasik memuat doa tertentu untuk tiap putaran. Pandangan ulama tentang hal ini berbeda:

  • Pandangan pertama: menetapkan doa tertentu untuk tiap putaran tidak memiliki dalil yang kuat dari Nabi SAW, sehingga sebaiknya tidak dijadikan ketentuan baku. Jamaah dianjurkan berdoa bebas.
  • Pandangan kedua: doa-doa dalam buku manasik dipandang sebagai kumpulan doa yang baik, selama tidak diyakini sebagai tuntunan khusus dari Nabi SAW untuk putaran tertentu.
  • Kedua pihak sepakat bahwa berdoa dan berzikir saat tawaf adalah hal yang baik. Perbedaannya ada pada apakah doa tertentu boleh dikhususkan untuk putaran tertentu.

Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Sendiri?

Boleh. Doa adalah ibadah (HR. Tirmidzi), dan yang terpenting adalah kekhusyukan serta kehadiran hati. Kamu bisa berdoa dengan bahasa Indonesia, menyebut kebutuhan pribadi, keluarga, dan umat. Tidak ada keharusan menghafal teks panjang.

Tips Praktis Saat Tawaf

  • Hafalkan doa Rabbana atina untuk dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Siapkan daftar doa pribadi di catatan ponsel atau buku kecil.
  • Bacalah ayat Al-Qur'an yang kamu hafal atau berzikir jika bingung harus membaca apa.
  • Jaga volume suara dan hindari menyetel bacaan keras dari ponsel agar tidak mengganggu jamaah lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah wajib membaca doa tertentu saat tawaf?

Tidak ada doa yang diwajibkan. Yang diriwayatkan secara khusus adalah doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Apakah tawaf sah tanpa membaca doa dari buku?

Sah. Doa dalam buku bukan syarat sah tawaf.

Bolehkah memakai doa dari buku manasik?

Ulama berbeda pendapat. Jika kamu memakainya, pahami bahwa itu bukan ketentuan baku per putaran, dan hormati perbedaan pandangan yang ada.

Kesimpulan

Tidak ada doa khusus yang ditetapkan untuk tiap putaran tawaf. Yang paling jelas dalilnya adalah doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, ditambah takbir saat sejajar dengan Hajar Aswad. Selebihnya, perbanyak zikir dan doa dengan bahasa yang kamu pahami.

Artikel ini bersifat informasi umum. Untuk keputusan hukum yang spesifik, konsultasikan dengan ulama atau ustaz yang kamu percayai.

Butuh bantuan merencanakan umroh?

Konsultasi langsung dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.

Artikel lain