Safaraya — Umroh Mandiri, part of Flip group
Semua artikel
Ibadah

Niat Umrah: Dilafalkan atau dalam Hati?

Tim Safaraya 26 Oktober 2026 3 menit baca
Niat Umrah: Dilafalkan atau dalam Hati?
Ilustrasi: Safaraya

Pertanyaan ini sering muncul menjelang umrah: apakah niat perlu dilafalkan, atau cukup di dalam hati? Jawabannya melibatkan perbedaan pandangan ulama, sehingga penting memahami dalil dan alasannya.

Niat Tempatnya di Hati

Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari dan Muslim). Para ulama sepakat bahwa niat adalah amalan hati. Artinya, kamu sudah berniat ketika di hatimu bertekad untuk melaksanakan umrah.

Talbiyah dengan Menyebut Umrah

Yang diriwayatkan dari Nabi SAW adalah ucapan talbiyah ketika memulai ihram, dengan menyebut manasik yang dilakukan. Dalam hadis Anas, Nabi SAW mengucapkan talbiyah dengan menyebut umrah dan haji (HR. Muslim). Untuk umrah, bentuk yang dikenal adalah:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Labbaika 'umratan (aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah).

Banyak ulama membedakan antara talbiyah ini, yang merupakan ucapan memulai manasik, dengan "melafalkan niat" dalam arti mengucapkan kalimat niat sebelum ibadah.

Pandangan Ulama tentang Melafalkan Niat

  • Sebagian ulama mazhab Syafi'i memandang melafalkan niat sebagai sunnah karena membantu hati menghadirkan niat.
  • Ulama lain, termasuk Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim dari kalangan Hanbali serta sejumlah ulama kontemporer, memandang tidak ada riwayat bahwa Nabi SAW melafalkan niat, sehingga mereka tidak menganjurkannya.
  • Perbedaan ini terjadi pada tataran tata cara, bukan pada dasar ibadahnya. Masing-masing pihak memiliki alasan dan dalil yang ia pegang.

Bagaimana dengan Niat Tawaf?

Tidak ada riwayat bahwa Nabi SAW melafalkan niat khusus sebelum tawaf. Karena itu, banyak ulama menyatakan cukup berniat di dalam hati, lalu memulai tawaf dari Hajar Aswad. Baca juga artikel kesalahan umum saat tawaf.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

  • Pastikan hatimu berniat umrah sebelum melewati miqat.
  • Ucapkan talbiyah dengan menyebut umrah ketika memulai ihram.
  • Jika kamu mengikuti pendapat yang membolehkan melafalkan niat, lakukan tanpa menganggap pihak lain salah.
  • Jika kamu mengikuti pendapat yang tidak melafalkannya, cukup niatkan di dalam hati.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah niat umrah sah jika tidak dilafalkan?

Sah. Niat ada di dalam hati.

Apakah talbiyah termasuk melafalkan niat?

Banyak ulama menganggap talbiyah sebagai ucapan memulai manasik yang dicontohkan, bukan sekadar lafaz niat.

Mana yang lebih baik?

Ulama berbeda pendapat. Ikutilah pendapat ulama yang kamu percayai dan saling menghormati.

Kesimpulan

Niat umrah berada di hati, dan talbiyah dengan menyebut umrah adalah ucapan yang dicontohkan ketika memulai ihram. Soal melafalkan niat, ulama berbeda pendapat, jadi pilih sesuai pendapat yang kamu yakini sambil tetap saling menghargai.

Artikel ini bersifat informasi umum. Untuk keputusan hukum yang spesifik, konsultasikan dengan ulama atau ustaz yang kamu percayai.

Butuh bantuan merencanakan umroh?

Konsultasi langsung dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.

Artikel lain