Safaraya — Umroh Mandiri, part of Flip group
Semua artikel
Informasi

Maskapai Umroh Pindah ke Terminal 2F Soekarno-Hatta Mulai Juli 2026: Ini yang Perlu Jamaah Tahu

Tim Safaraya 19 Agustus 2026 3 menit baca

Keyword sekunder: keberangkatan umroh soekarno hatta, terminal haji umroh

Kalau kamu berencana umroh dalam waktu dekat dan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, ada perubahan penting yang wajib kamu tahu. Mulai 1 Juli 2026, layanan penerbangan haji dan umroh di Bandara Soekarno-Hatta akan dipindahkan secara bertahap ke Terminal Khusus Haji dan Umroh 2F. Berikut rangkuman lengkap perubahan ini, timeline-nya, dan apa yang perlu kamu perhatikan sebagai jamaah, terutama yang berangkat mandiri.

Apa yang Berubah?

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026, seluruh layanan penumpang angkutan udara haji dan umroh dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, baik penerbangan langsung maupun transit, wajib dilayani melalui Terminal 2F secara bertahap. Artinya, jamaah yang menggunakan maskapai-maskapai tertentu tidak lagi check-in dan boarding di terminal biasa, melainkan di terminal khusus yang didedikasikan untuk penerbangan haji dan umroh ini.

Timeline Perpindahan: Tiga Tahap Bertahap

Perpindahan ke Terminal 2F dilakukan bertahap dalam tiga gelombang. Tahap pertama dimulai 1 Juli 2026 untuk Saudi Arabian Airlines (Saudia), Hainan Airlines, dan Loong Air. Tahap kedua menyusul pada 8 Juli 2026 untuk Scoot Tiger Airways dan Turkish Airlines. Tahap ketiga pada 15 Juli 2026 mencakup Qatar Airways, EgyptAir, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.

Kenapa Maskapaimu Penting Diketahui Sejak Sekarang

Karena perpindahan ini dilakukan bertahap per maskapai, tanggal keberangkatanmu menentukan apakah kamu sudah terkena aturan baru ini atau belum. Jamaah mandiri yang terbang dengan Saudia misalnya, sudah harus menyesuaikan diri dengan Terminal 2F sejak 1 Juli 2026, sementara pengguna Emirates atau Qatar Airways baru terdampak mulai 15 Juli 2026. Jika tiketmu sudah dibeli sebelum pengumuman ini, tidak ada salahnya mengecek ulang terminal keberangkatan mendekati tanggal terbang.

Kesiapan yang Diminta dari Maskapai dan Ground Handling

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara turut meminta seluruh badan usaha angkutan udara, maskapai asing, dan perusahaan ground handling untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM), standar operasional prosedur (SOP), dan fasilitas pendukung agar proses perpindahan ini berjalan lancar. Ini menandakan Terminal 2F disiapkan sebagai pusat layanan khusus, bukan sekadar perpindahan gedung semata.

Apa yang Perlu Disiapkan Jamaah Mandiri?

Sebagai jamaah mandiri tanpa pendampingan travel, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan menjelang keberangkatan: cek kembali terminal keberangkatan yang tertera di e-tiket atau melalui situs resmi maskapai mendekati hari-H, sesuaikan estimasi waktu perjalanan menuju bandara karena lokasi dan akses Terminal 2F bisa berbeda dari terminal yang biasa kamu gunakan, dan pantau informasi resmi dari maskapai terkait prosedur check-in di terminal baru ini, mengingat penerapannya masih tergolong baru per pertengahan 2026.

Dampak bagi Jamaah dengan Penerbangan Transit

Perlu diperhatikan bahwa aturan ini juga berlaku untuk penerbangan transit, bukan hanya penerbangan langsung. Jika rencana perjalananmu melibatkan transit di Soekarno-Hatta menuju maskapai yang termasuk dalam daftar di atas, ada kemungkinan proses perpindahan terminal turut memengaruhi alur perjalananmu di bandara.

Perubahan seperti ini adalah contoh kenapa jamaah umroh mandiri perlu terus memantau informasi terkini seputar penerbangan dan regulasi terkait, karena tidak ada tim travel yang otomatis mengingatkanmu. Safaraya akan terus mengikuti perkembangan kebijakan seperti ini dan membagikannya lewat blog, supaya kamu tetap update tanpa perlu mencari sendiri dari berbagai sumber.

Butuh bantuan merencanakan umroh?

Konsultasi langsung dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.

Artikel lain