Masa Berlaku Visa Istidhofah untuk Umroh: Aturan, Durasi, dan Tips Menggunakannya

Apa Itu Visa Istidhofah?
Visa istidhofah (bahasa Arab: استضافة, al-istidhofah) adalah jenis visa kunjungan pribadi yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi atas undangan atau jaminan warga negara Saudi atau badan hukum setempat. Dalam praktiknya, visa ini sering dimanfaatkan oleh keluarga atau kerabat untuk berkumpul, serta oleh jamaah yang ingin menunaikan umroh mandiri karena memungkinkan pemegangnya memasuki wilayah Makkah dan Madinah.
Meski bukan visa umroh khusus seperti yang diterbitkan melalui platform NUSUK, visa istidhofah memiliki fleksibilitas tinggi karena biasanya berbentuk multiple entry dan bisa digunakan untuk beberapa kali perjalanan dalam periode tertentu.
Berapa Masa Berlaku Visa Istidhofah?
Secara umum, masa berlaku visa istidhofah untuk umroh adalah sebagai berikut:
| Aspek | Ketentuan Umum |
|---|---|
| Masa berlaku visa | Biasanya 90 hari sejak tanggal penerbitan (issue date). |
| Jenis entri | Multiple entry — bisa keluar-masuk Saudi beberapa kali selama visa masih berlaku. |
| Durasi tinggal maksimal | Umumnya 90 hari per kunjungan, dihitung sejak tanggal masuk (entry date). |
| Perpanjangan | Bisa diajukan perpanjangan (extension) di dalam Saudi sesuai ketentuan Jawazat. |
Catatan penting: Ketentuan visa dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Kementerian Dalam Negeri Saudi (Jawazat) dan Kementerian Hajj & Umrah. Selalu konfirmasi aturan terbaru sebelum membeli tiket pesawat.
Perbedaan Visa Istidhofah dan Visa Umroh Reguler
| Fitur | Visa Istidhofah | Visa Umroh Reguler (NUSUK) |
|---|---|---|
| Penjamin | Warga Saudi / badan hukum Saudi | Muassasah / travel berizin |
| Tujuan resmi | Kunjungan pribadi/keluarga | Ibadah umroh |
| Multiple entry | Umumnya ya | Biasanya single entry |
| Proses pengajuan | Melalui invitasi dari penjamin di Saudi | Melalui aplikasi NUSUK atau travel |
| Biaya | Bervariasi, tergantung penjamin | Mengikuti tarif NUSUK / travel |
Tips Menggunakan Visa Istidhofah untuk Umroh
-
Cek tanggal issue dan expiry
Jangan sampai tiket pesawat Anda jatuh di luar masa berlaku visa. Idealnya, visa sudah terbit sebelum tiket dibeli. -
Hitung durasi tinggal dengan benar
Jika visa mengizinkan tinggal 90 hari, hari keberangkatan dan hari kepulangan tetap dihitung sebagai hari tinggal. -
Siapkan dokumen penjamin
Bawa salinan invitasi (invitation letter) dan data penjamin Saudi, terutama saat imigrasi di bandara Jeddah atau Madinah. -
Perhatikan cut-off umroh
Selama musim haji, visa istidhofah umumnya tidak bisa digunakan untuk umroh. Pastikan tanggal perjalanan Anda berada di luar periode pembatasan tersebut. -
Perpanjangan di Saudi
Jika ingin menambah durasi, ajukan perpanjangan sebelum masa tinggal habis melalui kantor Jawazat atau aplikasi resmi Saudi.
Kesimpulan
Visa istidhofah menjadi alternatif populer untuk umroh mandiri karena fleksibel dan bisa multiple entry. Masa berlakunya umumnya 90 hari sejak diterbitkan, dengan durasi tinggal maksimal 90 hari per kunjungan. Pastikan Anda memahami perbedaannya dengan visa umroh reguler dan selalu memeriksa aturan terbaru sebelum berangkat.
Butuh bantuan memilih jenis visa yang tepat atau merencanakan umroh mandiri? Tim Safaraya siap membantu.
Butuh bantuan merencanakan umroh?
Konsultasi langsung dengan tim kami — gratis dan tanpa komitmen.
Artikel lain
Panduan
Checklist Dokumen Resmi KJRI Jeddah dan Panduan Memilih Pemakaman di Saudi vs Pemulangan Jenazah
Tanpa pendampingan travel, jamaah umroh mandiri dan keluarganya perlu tahu persis dokumen apa saja yang dibutuhkan jika terjadi kondisi darurat kematian di Arab Saudi, sekaligus memahami dua opsi…
Kebijakan Visa
Visa Umroh Mandiri Multiple Entry: Panduan Lengkap Aturan, Masa Berlaku, dan Cara Kerjanya (2026)
Visa Umroh Multiple Entry adalah salah satu jenis visa umroh mandiri yang memungkinkan jamaah masuk ke Arab Saudi lebih dari satu kali dalam satu masa berlaku visa, cocok untuk kamu yang berencana…
